ANGKAT’ dalam konteks masyarakat dan kebudayaan Sunda bermakna ‘pergi’ atau meninggalkan sebuah tempat untuk menuju tempat yang lain. Istilah ‘angkat,’ di sini, bermakna sebagai tindakan yang dilangsungkan secara sadar, memiliki tujuan serta maksud bagi sang pelakunya. Dalam kamus bahasa Indonesia, serta bagi pengguna bahasa Indonesia, kata ‘angkat’ berarti sebuah tindakan untuk menjadikan satu hal (barang, objek, gagasan, pemikiran, atau bahkan harapan) berubah dan menjadi ada dalam posisi keadaan atau kedudukan yang lebih tinggi dari sebelumnya. Tema ‘Angkat’ dalam tradisi budaya dan bahasa Sunda serta maknanya menurut kamus bahasa Indonesia adalah dua pengertian yang tidak sama. Namun demikian, keduanya justru tidak mustahil berada dalam wilayah cara memaknai yang saling berkaitan sehingga memiliki pengertian yang bersifat khas, memperkaya satu makna dengan yang lainnya, serta menciptakan semangat maupun orientasi berfikir yang terbarukan.
Tema ‘Angkat’ bagi momen BAM tahun ini adalah sebuah ‘pengingat,’ tepatnya sebuah undangan untuk mempersiapan diri dalam rangka mewujudkan perayaan satu dekade perubahan medan sosial seni di Bandung, skena seni Bandung, maupun ‘cara Bandung’ untuk mewujudkan kemajuan seni rupa Indonesia. BAM-8 akan berlangsung selama kurun waktu satu bulan di berbagai tempat dan lokasi yang akan menyebar di Bandung Raya, yang dilaksanakan pada kurun 24 Agustus hingga 24 September 2025.