BDG Connex
Shows Venues Artworks Artists Sign in Sign up ◼︎

Dilema Ikarian : Pameran Tunggal Alexander Chris

Orbital Dago Oct 24th - Nov 9th, 2025

Dilema Ikarian

Pameran Tunggal Alexander Chris

Orbital Dago

24 Oktober – 9 November 2025

Pembukaan : Jum’at 24 Oktober , Jam 16.00 WIB

Dalam mitologi Yunani, Ikarus adalah putera Daedalus, seorang pengrajin, pematung, dan arsitek. Daedalus membuat labirin untuk Raja Minos dari Kreta. Labirin itu dirancang untuk memenjarakan Minotaur, makhluk yang ditakuti. Namun Raja Minos akhirnya memenjarakan Daedalus dan Ikarus di labirin itu juga. Daedalus tahu, satu-satunya cara untuk melarikan diri hanyalah dengan terbang. Ia lalu memanfaatkan lilin untuk merakit bulu burung, menjadi sayap. Daedalus dan Ikarus berhasil terbang melarikan diri dari labirin maut itu. 

Tafsir umum atas watak Ikarus adalah, sosok yang ambisius. Ia terbang tinggi sekali hingga ketinggian itu akhirnya malah menjatuhkannya. Namun, ada juga yang menggarisbawahi, peringatan dari Daedalus pada Ikarus sebenarnya 2 arah: jangan terbang terlalu tinggi, jangan juga terbang terlalu rendah. Terbang terlalu rendah lebih berbahaya, karena terkesan aman, padahal bulu yang basah sama-sama dapat mengakibatkan kejatuhan.

Alexander Chris menampilkan karya lukisan dan patung, yang semuanya bertolak dari tokoh Ikarus. Inspirasi dari kisah Ikarus, saking menyebarnya, bahkan diserap menjadi kata sifat “ikarian” (berwatak seperti Ikarus). Lukisan-lukisan Chris menggambarkan potret sejumlah orang yang semuanya dikenal pribadi oleh Chris. Chris melukis potret mereka, karena tertarik pada kisah hidupnya. Menurut Chris, masing-masing orang itu punya ambisi, namun karena sejumlah alasan, orang-orang itu mengesampingkan ambisinya. Orang-orang yang digambarkan Chris adalah orang biasa—karena memang kebanyakan orang tidak mewujudkan ambisinya. (Heru Hikayat)

Lahir di Cianjur pada tanggal 11 Agustus 1999, ia tertarik untuk menelusuri persinggungan antara sejarah dan pengalaman pribadi sebagai media untuk merefleksikan kondisi umat manusia saat ini.  Pameran: 2025 Sens Of Self : curated group show by Art1 Project, Art1 New Museum, Jakarta. ARTSUBS 2025: Material Ways. Lost Boy in Wonderland a Solo Exhibition of Alexander Chris, Artotel Mangkuluhur, Jakarta. 2024: RE-Bung #3 un-autre, Thee Huis Gallery , Bandung. Pameran bersama pembukaan BES Gallery, Jakarta. Le Turquoise : Painting For Healing, Solo Exhibition of Alexander Chris, Alexander Art Gallery, Cianjur. Cianjuran; Pameran Seni Rupa, Thee Huis Gallery, Bandung. IL SOGNO : Pameran Seni Rupa 4 Kota, Alexander Art Gallery, Cianjur. 

Pameran dibuka untuk umum: Setiap hari. Mulai jam 9.00 hingga 20.00 WIB. Tanpa tiket masuk / Gratis

Dilema Ikarian

Pameran Tunggal Alexander Chris

Orbital Dago

24 Oktober – 9 November 2025

Pembukaan : Jum’at 24 Oktober , Jam 16.00 WIB

Dalam mitologi Yunani, Ikarus adalah putera Daedalus, seorang pengrajin, pematung, dan arsitek. Daedalus membuat labirin untuk Raja Minos dari Kreta. Labirin itu dirancang untuk memenjarakan Minotaur, makhluk yang ditakuti. Namun Raja Minos akhirnya memenjarakan Daedalus dan Ikarus di labirin itu juga. Daedalus tahu, satu-satunya cara untuk melarikan diri hanyalah dengan terbang. Ia lalu memanfaatkan lilin untuk merakit bulu burung, menjadi sayap. Daedalus dan Ikarus berhasil terbang melarikan diri dari labirin maut itu. 

Tafsir umum atas watak Ikarus adalah, sosok yang ambisius. Ia terbang tinggi sekali hingga ketinggian itu akhirnya malah menjatuhkannya. Namun, ada juga yang menggarisbawahi, peringatan dari Daedalus pada Ikarus sebenarnya 2 arah: jangan terbang terlalu tinggi, jangan juga terbang terlalu rendah. Terbang terlalu rendah lebih berbahaya, karena terkesan aman, padahal bulu yang basah sama-sama dapat mengakibatkan kejatuhan.

Alexander Chris menampilkan karya lukisan dan patung, yang semuanya bertolak dari tokoh Ikarus. Inspirasi dari kisah Ikarus, saking menyebarnya, bahkan diserap menjadi kata sifat “ikarian” (berwatak seperti Ikarus). Lukisan-lukisan Chris menggambarkan potret sejumlah orang yang semuanya dikenal pribadi oleh Chris. Chris melukis potret mereka, karena tertarik pada kisah hidupnya. Menurut Chris, masing-masing orang itu punya ambisi, namun karena sejumlah alasan, orang-orang itu mengesampingkan ambisinya. Orang-orang yang digambarkan Chris adalah orang biasa—karena memang kebanyakan orang tidak mewujudkan ambisinya. (Heru Hikayat)

Lahir di Cianjur pada tanggal 11 Agustus 1999, ia tertarik untuk menelusuri persinggungan antara sejarah dan pengalaman pribadi sebagai media untuk merefleksikan kondisi umat manusia saat ini.  Pameran: 2025 Sens Of Self : curated group show by Art1 Project, Art1 New Museum, Jakarta. ARTSUBS 2025: Material Ways. Lost Boy in Wonderland a Solo Exhibition of Alexander Chris, Artotel Mangkuluhur, Jakarta. 2024: RE-Bung #3 un-autre, Thee Huis Gallery , Bandung. Pameran bersama pembukaan BES Gallery, Jakarta. Le Turquoise : Painting For Healing, Solo Exhibition of Alexander Chris, Alexander Art Gallery, Cianjur. Cianjuran; Pameran Seni Rupa, Thee Huis Gallery, Bandung. IL SOGNO : Pameran Seni Rupa 4 Kota, Alexander Art Gallery, Cianjur. 

Pameran dibuka untuk umum: Setiap hari. Mulai jam 9.00 hingga 20.00 WIB. Tanpa tiket masuk / Gratis

 

© BDG Connex 2017 - 2026